Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Nilai Pasar Modal RI Hampir Rp10.000 T, Airlangga Ungkap PR Besarnya

Pemerintah mengalihkan fokus pengembangan pasar modal dari pertumbuhan jumlah investor dan emiten menjadi penguatan kualitas, likuiditas, dan kepercayaan investor. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan hal ini penting di tengah ketidakpastian global. Fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan pertumbuhan 5,45% pada Semester I-2026 dan inflasi 2,88%. Hingga Juni 2026, jumlah investor pasar modal mencapai 28,9 juta orang, 957 emiten tercatat, dan kapitalisasi pasar sekitar Rp9.897 triliun. Indonesia menempati posisi terbesar jumlah investor di ASEAN, posisi kedua jumlah emiten, dan posisi ketiga kapitalisasi pasar kawasan.

Tantangan utama kini bukan menambah jumlah, melainkan memperdalam dan mengefisikan pasar. Hingga Juli 2026 baru tujuh perusahaan IPO dengan dana terkumpul Rp2,16 triliun, menunjukkan ruang besar untuk memperkuat pipeline emiten berkualitas. Investor kini semakin memperhatikan likuiditas, free float, transparansi, dan tata kelola. Pemerintah bersama OJK, BEI, KSEI, dan BI mendorong reformasi melalui pengembangan instrumen PINTAR Reksa Dana, ETF Emas, dan demutualisasi BEI. Satgas Debottlenecking telah menangani 170 aduan pelaku usaha dengan 124 terselesaikan. Penguatan tata kelola dan transparansi emiten dianggap krusial untuk optimalisasi penghimpunan dana dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait