OJK Harap 'Freeze' Saham RI Segera Dicabut Jelang Rebalancing MSCI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap pembekuan (freeze) status saham Indonesia oleh penyedia indeks global MSCI segera dicabut, seiring peningkatan transparansi pasar modal RI. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa upaya penyempurnaan keterbukaan informasi sudah sangat memadai dan layak mendapat penilaian adil dari pengelola indeks internasional. OJK secara rutin menjalin komunikasi dengan MSCI dan FTSE Russell untuk memaparkan kemajuan transparansi pasar saham Indonesia.
OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menerbitkan sejumlah kebijakan baru sejak Maret lalu, termasuk pengaturan kriteria high shareholder concentration (HSC), perluasan pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen, hingga klasifikasi tipe investor yang diperbarui. Langkah ini diharapkan memudahkan pengelola indeks dan investor mengukuri free float serta kemudahan diperdagangkan setiap emiten.
Menjelang agenda rebalancing indeks MSCI pada 12 Agustus, OJK memperkirakan dampaknya tidak akan sebesar keputusan pada Mei lalu. Proyeksi Hasan menunjukkan saham-saham Indonesia yang tersisa di dalam indeks masih memiliki fundamental kuat. OJK juga optimis pasar saham domestik mampu menyerap arus modal dari investor pasif, didukung pengalaman rebalancing sebelumnya yang berhasil diredam oleh partisipasi investor aktif dan ritel domestik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 19.20
MSCI Mau Umumkan Rebalancing Saham, OJK Harap Fair
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 16.27
IHSG Turun 1,13% Hari Ini, Nyaris Tinggalkan Level 6.300
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 12.35
IHSG Sesi I Anjlok 1,18%, Saham Bank dan Komoditas Jadi Beban
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 08.52
Rekomendasi Saham Hari Ini: PTRO, BRPT, hingga TUGU
Berita terkait
IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Pekan Depan, Ini Sentimen Pemicunya
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 19.13
BEI Sempurnakan Kriteria Papan Pemantauan Khusus, Berlaku Mulai Besok
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 18.07
BEI Masih Godok Aturan FCA, Belum Berlaku 28 September
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 18.17
BEI Ungkap Catatan MSCI Jadi Alasan Berlakukan Short Selling
Detik.com · 18 September 2026 pukul 14.49