OJK: Jasa keuangan RI stabil di tengah pengetatan moneter global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sektor jasa keuangan Indonesia tetap stabil meski menghadapi ketidakpastian geopolitik dan pengetatan moneter global. Pertumbuhan ekonomi global 2026 diprediksi lebih rendah dari 2025, namun didukung investasi AI. Tantangan utama meliputi kenaikan inflasi akibat konflik geopolitik, harga minyak, dan fenomena El Nino yang memicu kenaikan harga pangan.
Kondisi global ditandai dengan kebijakan suku bunga 'higher for longer' di AS, Eropa, dan Jepang, serta imbal hasil obligasi pemerintah yang mencapai level tertinggi dalam satu dekade. Di sisi domestik, ekonomi Indonesia tetap kuat dengan inflasi stabil dan konsumsi masyarakat yang terjaga. OECD bahkan meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 sebesar 0,5 persen, mencerminkan kepercayaan global terhadap daya tahan ekonomi nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 14.37
Dunia Tertekan, OECD Justru Naikkan Proyeksi Ekonomi RI 2026
CNBC Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 10.45
Perusahaan Mau IPO Makin Sepi di Pasar Modal RI, Ini Penyebabnya
Berita terkait
Bos OJK Blak-blakan Kondisi Sektor Keuangan RI di Tengah Gejolak Global
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.16
OJK: Penyaluran kredit bank per Agustus 2026 capai Rp9.178 triliun
ANTARA News · 5 Oktober 2026 pukul 16.40
Baru 30,67 Juta Peserta, Dana Pensiun di Indonesia Punya Ruang Tumbuh Besar
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 10.30
Kredit Bank Tumbuh, Pembiayaan Daring Melonjak 7 Kali Lipat
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.45