OJK Patok Pembiayaan Tumbuh 4 Persen di 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

OJK memproyeksikan industri perusahaan pembiayaan Indonesia tumbuh 2-4 persen hingga akhir 2026. Piutang pembiayaan mencapai Rp514,08 triliun per Agustus 2026, naik 1,68 persen yoy dari Rp505,59 triliun tahun sebelumnya. Pertumbuhan didorong oleh pembiayaan modal kerja yang meningkat 5,4 persen yoy. Dari sisi kualitas, NPF bruto 3,04 persen dan NPF neto 0,83 persen, keduanya berada di bawah batas maksimum 5 persen OJK. Namun, 7 dari 144 perusahaan pembiayaan belum memenuhi modal inti minimum Rp100 miliar, sementara 10 dari 94 penyelenggara pinjaman daring belum memenuhi ekuitas minimum Rp12,5 miliar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 5 Oktober 2026 pukul 16.00
OJK: Pinjaman online tumbuh 22 persen capai Rp107 triliun per Agustus
Berita terkait
Piutang Pembiayaan Makin Gemuk Tembus Rp514 Triliun, Ini Pendorongnya
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 16.21
OJK Catat Pembiayaan Tembus Rp513 Triliun, Modal Kerja Tumbuh 6,32%
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 19.19
OJK Tutup Jalan Credit Saison Indonesia Finance, Izin Usaha Dicabut
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 14.50
NPF Modal Ventura Naik Jadi 2,02%, Kemampuan Bayar Alami Penurunan
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 20.45