OJK Sebut ETF Emas Buka Akses Investasi Inklusif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320022/original/045169400_1786332307-IMG_6358.jpg)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut peluncuran exchange traded fund (ETF) emas sebagai tonggak penting dalam memperluas akses investasi inklusif di Indonesia. Ketua Dewan Komisioner OJK Friederica Widyasari Dewi menjelaskan ETF emas merupakan bagian dari delapan rencana aksi pendalaman pasar secara terintegrasi, sekaligus quick win dalam pengembangan ekosistem bullion nasional. Peluncuran ini merupakan bagian transformasi pasar modal yang didorong OJK melalui penguatan likuiditas, transparansi, tata kelola, dan penegakan integritas. Hingga Agustus 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 30,27 juta investor.
ETF emas telah memperoleh kesesuaian prinsip syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), sehingga diharapkan dapat memperluas basis investor. Selain inklusif, ETF emas berfungsi sebagai safe haven atau pelindung nilai saat volatilitas pasar. Pengembangan instrumen ini sebenarnya sudah dikaji selama 10-15 tahun, namun baru terealisasi setelah perubahan regulasi dan kesiapan ekosistem pasar keuangan.
Lima Manajer Investasi telah siap memperdagangkan ETF emas di Bursa Efek Indonesia, yakni Indo Premier (XGLD, harga pencatatan Rp256), BRI MI (XDES, Rp1.000), Mandiri MI (XMES, Rp757), Syailendra Capital (XSGO, Rp1.000), dan Trimegah Asset Management (XTRA, Rp248). Dua MI lainnya masih dalam tahap persiapan. BEI tidak menjadikan besaran aset kelolaan sebagai ukuran keberhasilan satu-satunya di tahap awal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 14.34
BEI Rilis ETF Emas, Alternatif Instrumen Baru Bagi Investor Pasar Modal Indonesia
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 14.35
OJK Buka Suara soal Dana Amal Istiqlal Masuk Pasar Modal
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 20.04
ETF Emas Perdana Hadir di BEI, Pegadaian Jadi Bullion Bank Tunggal Penopang Pasar
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 20.03
Pegadaian Jadi Satu-satunya Bullion Bank Underlying Provider ETF Emas di Indonesia
Berita terkait
OJK Ungkap Alasan ETF Emas Baru Bisa Meluncur Usai 10-15 Tahun Dikaji
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 10.27
OJK Sebut Demutualisasi Bakal Buka Akses Sumber Permodalan BEI
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 21.17
OJK: ETF Emas Ditopang Emas Fisik Bernilai Setara
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 20.20
ETF Emas RI Resmi Diluncurkan
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 12.19