Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

OJK Sebut ETF Emas Buka Akses Investasi Inklusif

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut peluncuran exchange traded fund (ETF) emas sebagai tonggak penting dalam memperluas akses investasi inklusif di Indonesia. Ketua Dewan Komisioner OJK Friederica Widyasari Dewi menjelaskan ETF emas merupakan bagian dari delapan rencana aksi pendalaman pasar secara terintegrasi, sekaligus quick win dalam pengembangan ekosistem bullion nasional. Peluncuran ini merupakan bagian transformasi pasar modal yang didorong OJK melalui penguatan likuiditas, transparansi, tata kelola, dan penegakan integritas. Hingga Agustus 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 30,27 juta investor.

ETF emas telah memperoleh kesesuaian prinsip syariah dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), sehingga diharapkan dapat memperluas basis investor. Selain inklusif, ETF emas berfungsi sebagai safe haven atau pelindung nilai saat volatilitas pasar. Pengembangan instrumen ini sebenarnya sudah dikaji selama 10-15 tahun, namun baru terealisasi setelah perubahan regulasi dan kesiapan ekosistem pasar keuangan.

Lima Manajer Investasi telah siap memperdagangkan ETF emas di Bursa Efek Indonesia, yakni Indo Premier (XGLD, harga pencatatan Rp256), BRI MI (XDES, Rp1.000), Mandiri MI (XMES, Rp757), Syailendra Capital (XSGO, Rp1.000), dan Trimegah Asset Management (XTRA, Rp248). Dua MI lainnya masih dalam tahap persiapan. BEI tidak menjadikan besaran aset kelolaan sebagai ukuran keberhasilan satu-satunya di tahap awal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait