BEI Rilis ETF Emas, Alternatif Instrumen Baru Bagi Investor Pasar Modal Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi meluncurkan instrumen investasi baru berupa Exchange-Traded Fund (ETF) Emas pada Senin (10/8). Peluncuran ini merupakan bagian dari integrasi pasar modal dengan bullion nasional, menghubungkan penyediaan fisik emas sebagai aset dasar hingga perdagangan unit penyertaan ETF emas di bursa efek.
Produk ini merupakan hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO), manajer investasi, bank kustodian, dealer partisipan, bullion bank, dan pelaku industri pasar modal. Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat menjelaskan pembentukan bullion berlangsung dalam satu ekosistem terintegrasi, mulai dari aset dasar hingga pencatatan electronic gold reserve di KSEI yang merepresentasikan kepemilikan emas.
Peluncuran ETF emas ini bertepatan dengan satu tahun menjelang usia emas pasar modal Indonesia. Samsul menyebut momentum ini sebagai simbol harapan menuju visi Indonesia Emas 2045, di mana pasar modal diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional melalui diversifikasi instrumen investasi yang lebih luas bagi investor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 20.20
OJK: ETF Emas Ditopang Emas Fisik Bernilai Setara
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 16.00
OJK Sebut ETF Emas Buka Akses Investasi Inklusif
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 12.19
ETF Emas RI Resmi Diluncurkan
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 10.27
OJK Ungkap Alasan ETF Emas Baru Bisa Meluncur Usai 10-15 Tahun Dikaji
Berita terkait
Dorong Pembukaan 1.000 Rekening Efek di MNC University, MNC Sekuritas Resmikan Ruang Galeri Investasi
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 10.39
Meski Up dan Down, Pasar Modal RI Sukses Serok Dana Rp 125 T hingga Juni
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 09.55
IHSG Melemah 3,09 Persen Sepekan, Parkir di Level 6.241 pada Akhir September
JawaPos · 27 September 2026 pukul 11.45
Investor Pasar Modal Capai Angka 31,8 Juta, BEI dan OJK Perkuat Transparansi
JawaPos · 25 September 2026 pukul 17.01