Pakar Cium Agenda di Balik Upaya Dedi Mulyadi Dekat Mas Botok: Masyarakat Kita Tentunya Sudah Pintar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kedekatan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan sejumlah aktivis antikorupsi, termasuk kelompok yang mendukung hukuman mati bagi koruptor, menuai kritik dari pengamat politik Heru Subagia. Heru menduga kedekatan ini tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik dan mengimbau masyarakat agir lebih kritis menilai manuver yang membawa isu pemberantasan korupsi dan kemanusiaan ke ruang publik. Menurutnya, isu sensitif semacam itu tidak boleh dijadikan instrumen untuk membangun citra politik.
Heru secara khusus menyoroti pertemuan Dedi dengan aktivis antikorupsi dan pendukung hukuman mati. Ia mempertanyakan motivasi undangan dan kehadiran para aktivis tersebut. Heru khawatir gerakan antikorupsi kehilangan independensinya ketika terlalu dekat dengan kekuatan politik tertentu, sehingga agenda pemberantasan korupsi berisiko dianggap sebagai bagian dari kepentingan elektoral.
Dedi Mulyadi baru-baru ini secara terbuka mendukung Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), yang baru saja melakukan aksi di Gedung DPR RI. Dedi menyebut gerakan yang dipimpin oleh sosok yang ia panggil 'Mas Botok' sebagai 'gerakan moral' untuk mengingatkan penyelenggara negara agar tetap taat pada konstitusi dan supremasi hukum. Dedi juga menyampaikan rasa hormat kepada tokoh tersebut atas pemimpinannya dalam gerakan tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Pengamat: Dedi Mulyadi adalah Ayam Sayur, Dedi Mulyadi adalah Raja Kecil
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 13.09
Apresiasi Mas Botok, Dedi Mulyadi: Aspirasi Tertib Bedakan Pejuang Bangsa dan Kelompok
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 19.00
Dedi Mulyadi: RUU Perampasan Aset Harus Murni untuk Berantas Korupsi
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 18.50
Dikabarkan Pindah ke PSI, Dedi Mulyadi Tegas Bilang Begini
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 13.07