Apresiasi Mas Botok, Dedi Mulyadi: Aspirasi Tertib Bedakan Pejuang Bangsa dan Kelompok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberi apresiasi kepada Supriyono alias Mas Botok dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bersatu (AMPB) atas aksi demonstrasi di DPR RI pada Kamis (27/8/2026) yang menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset. Dedi menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan secara tertib dan diakhiri dengan meninggalkan lokasi setelah diterima DPR menunjukkan perbedaan antara kelompok yang berjuang demi kepentingan bangsa dengan pihak yang hanya mengedepankan kepentingan golongan.
Dedi menegaskan bahwa kerusuhan di Jakarta harus dipisahkan dari aksi penyampaian aspirasi mengenai RUU Perampasan Aset yang dipelopori Mas Botok. Menurutnya, kerusuhan hanya menimbulkan rasa takut dan ketidaknyamanan yang berdampak negatif pada kondisi ekonomi.
Dedi juga mengucapkan selamat bekerjanya pimpinan DPR RI, Komisi III, dan seluruh anggota parlemen yang membahas RUU tersebut. Namun, ia memberi catatan bahwa sejumlah pasal dalam RUU Perampasan Aset berpotensi disalahgunakan oleh oknum penyidik jika tidak dirumuskan dengan hati-hati. Dedi berharap pembahasan hingga pengesahan RUU benar-benar memastikan aturan digunakan sesuai tujuan utamanya, yakni pemberantasan korupsi, bukan untuk kepentingan politik atau kelompok tertentu.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 23.32
Aktivis 98 Sambut Baik Komitmen DPR Tetapkan RUU Perampasan Aset, Didorong Jadi UU
Berita terkait
Dedi Mulyadi: RUU Perampasan Aset Harus Murni untuk Berantas Korupsi
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 18.50
Erlan Nopri Apresiasi Dasco Serius Mengawal RUU Perampasan Aset
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 15.26
Puan Tak Teken Surat RUU Perampasan Aset, Hasto: PDIP Tak Perlu Diragukan
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 12.00
Puan Tak Teken Surat Komitmen RUU Perampasan Aset, Hasto: PDIP Tak Perlu Diragukan
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 12.00