Pakar: Demo 27 Agustus Enggak Akan Rusuh Kecuali 'Dalang Politik' Jalankan Agendanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Demonstrasi 27 Agustus 2026 diperkirakan tidak akan berkembang menjadi kerusuhan secara otomatis. Menurut Prof. Henri Subiakto dari Universitas Airlangga, aksi massa hanya akan menjadi besar jika ada 'dalang politik' yang memiliki agenda tertentu dan menggunakan dana besar untuk memanfaatkan kekecewaan masyarakat. Ia menekankan bahwa gejolak sosial membutuhkan lebih dari sekadar rasa tidak puas, seperti momentum atau 'titik api' yang dapat mengubah emosi individu menjadi kemarahan kolektif.
Henri menjelaskan bahwa sejarah menunjukkan aksi massa besar biasanya memiliki peristiwa pemicu, seperti insiden tragis yang melibatkan pengemudi ojek online tahun lalu atau penembakan mahasiswa Trisakti pada 1998. Tanpa peristiwa tersebut, kemarahan masyarakat cenderung tersebar dan tidak terkonsolidasi. Ia juga menegaskan bahwa bukan setiap demonstrasi adalah hasil operasi politik, namun dalam kondisi tertentu, kekuatan politik dengan sumber daya dapat memanfaatkan situasi untuk menggerakkan massa.
Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang terdiri dari 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil akan menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pada Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB. Aksi dengan tagar #MerebutKembaliIndonesia diperkirakan akan diikuti sekitar 1.000 orang, bertujuan sebagai bentuk pengawasan publik terhadap kinerja DPR RI.
Bagikan
Berita terkait
Kemarahan Warga di Medsos hingga Demo 27 Agustus, Pakar: Hal Biasa, Tak Selalu Jadi Tanda Bahaya
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 07.00
Demo 27 Agustus Tak Akan Separah Tahun Lalu, Pakar: Warga Indonesia Penyabar, Terbiasa Hidup Susah
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 05.40
Denny Indrayana Benar, Jokowi Bukan Negarawan, Pakar Setuju
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 10.50
Visi Misi Menteri Hilang di Era Jokowi, Bagaimana Era Prabowo?
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 19.30