Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Demo 27 Agustus Tak Akan Separah Tahun Lalu, Pakar: Warga Indonesia Penyabar, Terbiasa Hidup Susah

Masyarakat Indonesia diperkirakan akan menggelar demonstrasi pada 27 Agustus 2026, namun sejumlah pakar meyakini aksi tersebut tak akan berujung pada kerusuhan seperti tahun sebelumnya. Guru Besar Universitas Airlangga Prof Henri Subiakto menjelaskan bahwa belum ada trigger atau peristiwa yang mampu memicu emosi kolektif massa, sehingga kemungkinan besar aksi akan bersifat terbatas dan terkendali. Ia menekankan bahwa masyarakat Indonesia secara umum memiliki karakter yang sabar dan terbiasa hidup susah, sehingga mudah untuk tetap tenang meski tertarik mengungkapkan ketidakpuasan.

Henri menambahkan bahwa mobilisasi massa besar biasanya membutuhkan titik pemicu konkret, seperti kekerasan terhadap warga atau mahasiswa. Tanpa faktor tersebut, ia meyakini demonstrasi yang terjadi akan bersifat organik dan tidak memiliki energi politik yang cukup untuk berkembang menjadi aksi yang lebih luas. Ia juga mengingatkan pentingnya respons aparat keamanan yang tidak berlebihan agar situasi tetap kondusif.

Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang terdiri dari 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis pukul 14.00 WIB. Aksi dengan tagar #MerebutKembaliIndonesia diperkirakan akan diikuti sekitar 1.000 orang. Tuntutan utama aksi tersebut adalah meminta pimpinan anggota dewan turun langsung untuk berdialog dengan massa, bukan hanya memberikan pernyataan simbolis.

Berita terkait