Soroti Rekam Jejak Bahlil, Akademisi Optimistis Hilirisasi Energi Makin Cepat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Malang, Muhammad Sri Wahyudi Suliswanto, menyatakan bahwa produksi nikel dan pengembangan hilirisasi tembaga, emas, dan bauksait menjadi fondasi bagi pembangunan industri baterai, kendaraan listrik, dan energi surya di dalam negeri. Menurutnya, penggabungan antara hilirisasi mineral dan transisi energi merupakan langkah strategis karena ekspansi industri pengolahan mineral membutuhkan energi dalam jumlah besar. Tantangannya adalah memastikan penambahan kapasitas industri tidak meningkatkan ketergantungan pada energi fosil. Oleh karena itu, kedua agenda ini perlu dirancang secara terintegrasi dalam satu ekosistem agar pertumbuhan industri diiringi oleh penyediaan energi yang efisien, andal, dan rendah karbon. Pada Semester I 2026, investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun, setara dengan 29,7 persen dari total investasi nasional. Produksi nikel olahan Indonesia tumbuh drastis dari sekitar 22 ribu ton pada 2014 menjadi lebih dari 1,4 juta ton pada 2023, menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok global. Langkah selanjutnya, menurut Wahyudi, adalah meningkatkan nilai tambah yang tersimpan di dalam negeri melalui penguatan industri baterai, transfer teknologi, riset, dan keterlibatan perusahaan lokal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 15.00
Bahlil Diangkat Jadi Menko, Geo Dipa Punya Harapan Baru Percepat Transisi Energi
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 13.25
Geo Dipa Ungkap Potensi Sumur Panas Bumi Hasilkan 30 MW
Berita terkait
RI Butuh Investasi Rp17.982 T Bangun Energi Terbarukan hingga 2060
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 07.52
Airlangga: Ekonomi Hijau Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2-3%
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 18.15
Harga Minyak Bergejolak, Investasi Transisi Energi Kian Menarik
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 21.27
Eddy Soeparno Dorong Transisi Energi Jadi Strategi Pertumbuhan Ekonomi RI
Detik.com · 27 September 2026 pukul 21.03