Payroll ASN di BPD jadi sumber pembiayaan sektor riil daerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) daerah yang disalurkan melalui bank pembangunan daerah (BPD) menjadi sumber dana murah penting untuk likuiditas BPD, kata Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali. Kepala OJK Bali, Parjiman, menyatakan bahwa payroll ASN di BPD mendukung likuiditas bank daerah, namun menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek kinerja BPD jika ada rencana pemindahan gaji ke bank BUMN. Ia juga mendorong BPD untuk memperbaiki pelayanan dan infrastruktur agar tidak bergantung terlalu besar pada dana ASN.
Presiden Federasi Serikat Pekerja Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia, Alex Sandra, menyoroti risiko kebijakan pemindahan gaji ASN dari BPD ke bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Ia memperkirakan kredit ASN di BPD mencapai 40-70 persen, sehingga pemindahan gaji berpotensi menyebabkan hilangnya dana dari kas daerah, menurunkan likuiditas, dan meningkatkan kredit macet. Menurutnya, kebijakan tersebut justru berpotensi melemahkan industri perbankan daerah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah adanya kebijakan pemerintah pusat untuk memindahkan penyaluran gaji ASN dari BPD ke bank Himbara. Ia menegaskan tidak ada rencana perubahan mekanisme transfer dana ke pemerintah daerah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 20.17
Purbaya Bantah Payroll ASN Pindah ke Himbara: Enggak Ada Rencana Itu!
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.38
Harga Saham Terendah Bakal Dipangkas Jadi Rp1, OJK Ungkap Alasannya
Berita terkait
Payroll ASN Dipindah, Ekonomi Daerah Bisa Terpukul
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 14.20
OJK: Penyaluran kredit perbankan capai Rp9.135 triliun per Juli 2026
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 18.24
Efek Domino Jika Payroll ASN Keluar dari BPD
Liputan6.com · 4 September 2026 pukul 08.30
Payroll ASN Pindah ke Himbara, BPD Bali Kesulitan Potong Angsuran Kredit
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 16.20