Pekerja Film Terjepit Pajak, Amar Bank Soroti Buruknya Tata Kelola Keuangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pekerja kreatif berbasis proyek seperti editor film masih kesulitan melaporkan pajak karena sistem pembayaran proyek dengan nilai kontrak sekaligus (lump sum) mencakup berbagai biaya produksi. Penyunting utama sering bertanggung jawab atas pemotongan pajak untuk seluruh nilai kontrak, padahal hanya sebagian merupakan penghasilan pribadi. Senior Vice President Amar Bank, Josua Sloane, menekankan pentingnya pencatatan transaksi yang terpisah antara kebutuhan proyek dan pribadi. Platform Amar Bank Business menyediakan fitur multiple-user untuk memisahkan rekening operasional dan dana pribadi serta pemantauan pengeluaran bersama. Edukasi literasi keuangan dan perpajakan diperlukan untuk membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Kemenkeu Lelang Alat Berat hingga Logam Mulia, Total Nilai Rp 24,72 Miliar
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 11.15
Menkeu Suahasil Targetkan Insentif Pajak Rp 576 T pada 2026, 2,2 Persen dari PDB
kumparan · 23 September 2026 pukul 14.39
Suahasil: Insentif Pajak 2026 Sebanyak 2,24% dari PDB
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 13.30
Buntut Polemik Rotasi era Purbaya, Suahasil Lantik 14 Pejabat Baru: Ada Kepala Kanwil Pajak hingga Bea Cukai
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 11.07