Pelabuhan Perikanan Kejawanan Cirebon Bakal Genjot Sektor Kelautan Daerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9350699/original/075478100_1789627630-email-attachment_2026_09_17_ariefhakim-at-klyid_menteri-trenggono-tak-ingin-pelabuhan-perikanan-bau-mulai-pugar-ppn-kejawanan_1000445009.jpg)
PT Nindya Karya (Persero) memulai pembangunan fisik Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Cirebon, Jawa Barat, pada 17 September 2026. Proyek ini merupakan bagian dari program Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) Phase-I (IDN-1055) yang didanai pinjaman Islamic Development Bank (IsDB) senilai Rp 459 miliar. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya fokus dan ketepatan waktu dalam pelaksanaan proyek yang diperkirakan selesai pada pertengahan 2028. PPN Kejawanan ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelabuhan perikanan di Indonesia. Daya tampung kapal diproyeksikan naik dari 241 unit menjadi 500 unit, sementara produksi ikan diperkirakan melonjak dari 5.600 ton per tahun menjadi 32.000 ton per tahun. Aktivitas pelabuhan yang diperkirakan meningkatkan ini juga diperkirakan meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari 2.900 orang menjadi 8.000 orang, serta meningkatkan kontribusi PNBP dari Rp 15 miliar menjadi Rp 53 miliar. Proyek ini juga bertujuan menciptakan pelabuhan perikanan yang modern, bersih, dan terintegrasi dengan sektor wisata, sesuai dengan karakter lokasi. Nindya Karya dan PT Sumber Teknik Konstruksi ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana dengan menerapkan standar keselamatan, kesehatan kerja, dan pengendalian kualitas. Pemerintah juga berencana membangun fasilitas industri dan IPAL untuk mendukung keberlanjutan dan kebersihan lingkungan.
Bagikan
Berita terkait
Cicilan Pertama Kopdes Rp 37 Triliun Jatuh Tempo 25 September 2026, Kemenkeu Tunggu Tagihan Himbara
JawaPos · 21 September 2026 pukul 09.00
OJK Tetapkan Modal Minimum Bursa Mineral Rp 1 Triliun
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 08.55
IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 08.48
Pedagang Akui Harga Ayam Masih Tinggi di Rp 44 Ribu per Kilogram
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 08.40