Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Pelni Butuh 1.000 Kapal untuk Perkuat Ekspor Antarpulau

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mengungkapkan Indonesia masih membutuhkan hampir 1.000 kapal untuk memperkuat konektivitas antarpulau dan mendukung distribusi logistik nasional. Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni, Hana Suhardi, menyampaikan hal ini dalam Indonesia Economic Forum: The Future of Indonesia's Exports. Kebutuhan kapal ini diperlukan agar pola pelayaran dapat berjalan secara teratur dengan jadwal rutin, sehingga pelaku usaha mendapatkan kepastian dalam mengirimkan barang dari satu pulau ke pulau lain.

Transportasi laut dianggap sebagai tulang punggung logistik nasional mengingat karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulau dengan lebih dari 17.000 pulau. Namun, masih terdapat ketimpangan muatan antara wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia. Komoditas dari sentra produksi di wilayah timur belum dapat terangkut optimal menuju wilayah barat untuk diekspor karena transportasi yang tidak berjalan mulus.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pelni mendorong pembentukan pola Hub and Spoke dengan tujuh pelabuhan sebagai Indonesian Gateway, yakni Tanjung Priok, Tanjung Perak, Makassar, Bitung, Sorong, Kuala Tanjung, dan Kijing. Komoditas dari berbagai daerah akan dikonsolidasikan menuju pelabuhan pusat ekspor sebelum dikirim ke pasar internasional. Pelni juga menekankan pentingnya jadwal pelayaran yang teratur untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait