Pembangunan PLTS 100 GW, IESR Dorong Penerbitan Perpres dan Status PSN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Institute for Essential Services Reform (IESR) meminta pemerintah menyiapkan regulasi untuk Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW. Fabby Tumiwa, CEO IESR, menyatakan program ini butuh Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum dan status Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mempercepat perizinan serta penyelesaian hambatan lintas sektor. Sambilan langkah utama meliputi penyelesaian Perpres, penyesuaian RUEN dan RUPTL PLN, serta penetapan PSN. Target pembangunan PLTS 100 GW dinilai ambisius dengan investasi Rp 1.140 triliun yang harus selesai dalam tiga tahun hingga 2029.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 18.28
Peluncuran PLTS 100 GW, IESR Sampaikan 6 Langkah untuk Capai Target
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 22.55
Pemerintah Persiapkan Perpres untuk PLTS 100 Giga Watt
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 18.50
Kapasitas Listrik RI 88 GW, Prabowo Pasang Target PLTS 100 GW dalam Tiga Tahun
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 17.21
Prabowo Bilang Tak Ada Tanggal Merah di Kabinetnya: Nggak Sanggup Minggir
Berita terkait
Bahlil Integrasikan PLTS 100 GW dengan Program Listrik Masuk Desa
JawaPos · 25 Agustus 2026 pukul 18.45
Prabowo Targetkan Program PLTS 100 GW Rampung dalam Kurang dari 3 Tahun
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 16.45
Eddy Soeparno Puji Prabowo Groundbreaking PLTS 100 GWp
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 10.04
RI Mulai Kembangkan PLTS 100 Giga Watt, Segini Harga Listriknya
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 09.55