Pemerintah Dorong DP 0% Motor Listrik Nasional, INDEF: NPL Bisa Membengkak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah mendorong skema down payment (DP) 0% untuk pembelian motor listrik nasional guna mempercepat adopsi kendaraan listrik dengan mengurangi hambatan biaya awal bagi konsumen. Namun, Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti menyampaikan kekhawatiran bahwa skema ini berpotensi meningkatkan rasio non-performing loan (NPL) pada perusahaan pembiayaan. Risiko muncul ketika konsumen mengambil pembiayaan tanpa uang muka namun belum memiliki kemampuan finansial yang memadai untuk memenuhi kewajiban cicilan. Tanpa DP, nilai pokok pembiayaan yang ditanggung konsumen menjadi lebih besar, sehingga meningkatkan beban pembayaran berkala dan potensi gagal bayar. Esther menekankan pentingnya penilaian kemampuan bayar konsumen yang memadai sebelum menerapkan skema tersebut. Selain itu, keberlanjutan pembiayaan kendaraan listrik juga bergantung pada kesiapan ekosistem dan stabilitas nilai jual kembali kendaraan, termasuk perkembangan teknologi dan harga baterai yang memengaruhi nilai jual kembali. Di sisi lain, pemerintah juga menyediakan insentif sebesar Rp3 juta per unit motor listrik untuk mendukung target produksi hingga 1 juta unit, dengan anggaran total Rp3 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis bahwa produksi dapat mencapai 100.000 unit hingga akhir tahun.
Bagikan
Berita terkait
Lihat Peluang dari DP 0% Motor Listrik, Namun Adira Wanti-wanti Soal NPL
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 15.15
Baru Berlaku September, Insentif Motor Listrik Rp3 Juta Dinilai Kurang Efektif
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 09.17
Prabowo Janji DP 0 dan Bunga Rendah Motor Listrik, Bakal Diserbu Ojol?
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 13.30
Bos Danantara Berencana Bebaskan DP Beli Motor Listrik
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 15.08