Pemerintah Mau Ajak Swiss Kembangkan Lokomotif Kereta Bersama
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia berencana menggandeng Swiss untuk mengembangkan lokomotif kereta api bersama. Rachmat Pambudy, Menteri PPN/Bappenas, menyampaikan rencana ini dalam Indonesia International Transportation Summit (IITS) 2026. Kolaborasi akan memanfaatkan teknologi dan manajemen Swiss serta bahan baku Indonesia. Swiss dikenal memiliki teknologi unggul mulai dari jam Swatch hingga pesawat Piper. Hasil kerja sama diproyeksikan mendukung transportasi berkelanjutan dengan menggunakan biofuel sebagai bahan bakal alternatif. Indonesia memiliki sumber bahan baku biofuel dan energi terbarukan melimpah, termasuk biomass, tenaga surya, angin, laut, dan panas bumi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 19.01
KA Argo Sindoro-Argo Merbabu Ganti Nama Jadi KA Muria
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 12.08
Identitas Korban Tewas Tertemper KRL di Tebet: Kakek Berusia 80 Tahun
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 00.16
Berhasil Angkut 503 Juta Pelanggan, KAI Targetkan Lebih Produktif Manfaatkan Teknologi
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 22.26
Semarak Kemerdekaan, 631 Pelanggan Nikmati Diskon 17% Tiket KA dari Stasiun Tegal
Berita terkait
Danantara Mau Impor KRL Jepang, Menhub Jelaskan Prosesnya
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 23.17
INKA Rugi dan Banyak Utang, Danantara Pertimbangkan Suntik Modal
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 16.49
Isi Percakapan 3 Masinis dengan Petugas Kendali Sebelum KA Anggrek Tabrak KRL
Detik.com · 30 September 2026 pukul 11.15
Ada Kereta Ekonomi Kerakyatan, Begini Nasib KA PSO
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 20.30