Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Perlu Waspadai Migrasi Konsumen Pertamax ke Pertalite

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai pemerintah perlu mewaspadai migrasi konsumen Pertamax ke Pertalite. Penurunan harga Pertamax dari Rp16.250 per liter menjadi Rp15.950 per liter per 1 Agustus masih menyisakan selisih harga lebih dari Rp5.000 dengan Pertalite. Menurut Fahmy, disparitas yang terlalu lebar akan mendorong konsumen Pertamax, khususnya kelas menengah ke bawah, beralih ke Pertalite. Penurunan harga tersebut belum cukup untuk mencegah migrasi.

Fahmy menyampaikan hal itu di Jakarta, Selasa (11/8). Ia menuturkan migrasi tersebut berpotensi memperberat beban subsidi untuk Pertalite. Kuota Pertalite kemungkinan tidak mencukupi sehingga harus ditambah.

PT Pertamina menurunkan harga BBM nonsubsidi mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah, dengan mempertimbangkan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan daya beli masyarakat. Hal ini disampaikan VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora. Selain Pertamax, Pertamax Turbo turun dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter, dan Pertamax Green 95 turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait