Pendapatan United Tractors Turun 15% Jadi Rp 58,28 T, Ini Biang Keroknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatat penurunan pendapatan bersih sebesar 15% menjadi Rp 58,28 triliun pada semester I 2026, turun dari Rp 68,52 triliun tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya penjualan alat berat, volume pertambangan batu bara, dan kinerja sektor emas. Laba bersih perusahaan juga terkoreksi tajam menjadi Rp 956 miliar setelah memperhitungkan pos non-berulang.
Faktor utama penurunan adalah kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara nasional yang menekan operasional. Penjualan produk Komatsu turun 21% menjadi 2.689 unit, dengan penurunan paling drastis pada kategori big machine sebesar 49%. Selain itu, persetujuan RKAB baru mencapai 7,4 juta ton dari potensi 15 juta ton, menyebabkan penjualan batu bara turun 22%. Sektor emas juga terpuruk dengan penurunan penjualan 74% akibat penghentian sementara operasional Tambang Emas Agincourt Resources pada kuartal pertama 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 16.00
United Tractor Kantongi RKAB 12,4 Juta Ton
JawaPos · 23 September 2026 pukul 15.45
UNTR Catat Penurunan Pendapatan 15 Persen di Semester I 2026
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 14.27
UNTR Perkuat Bisnis Emas dan Nikel di Tengah Tekanan Batu Bara
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 13.53
Kinerka Keuangan UNTR Anjlok karena 2 Penyebab Ini
Berita terkait
RKAB 2026 Belum Beres, Ini Risiko bagi Emiten Jasa Pertambangan
Warta Ekonomi · 22 September 2026 pukul 12.32
ESDM Tegaskan Revisi RKAB Anak Usaha Bayan Resources Tak Terkait Transaksi Saham
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 20.08
ESDM Sahkan RKAB 3 Anak Usaha Bayan Resources, Kuota Ditambah
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 13.48
LiuGong Perkenalkan Excavator F-Series Terbaru untuk Industri Tambang
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 18.05