Peneliti: Jokowi Tidak Ada Penyesalan, Minimal Mengakui Gibran Tak Kompeten
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peneliti BRIN Prof Erma Yulihastin menilai Presiden Jokowi tidak mengakui penyesalan atas pemberianan jabatan Wakil Presiden kepada putranya, Gibran Rakabuming Raka. Dalam wawancara, Jokowi lebih banyak membantah tudingan daripada mengakui potensi kompetensi Gibran. Erma menyatakan kecewa karena tidak ada rasa bersalah atau pengakuan bahwa Gibran tidak layak. Ia juga mempertanyakan sistem demokrasi Indonesia yang tidak mampu menghasilkan pemimpin yang kompeten meski ada 280 juta penduduk. Kontroversi ini menyoroti perdebatan tentang peran politik keluarga dalam pemilu 2024.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 17.00
Budi Arie tegaskan pernyataan soal Pemilu 2029 bukan sikap Jokowi
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 14.44
Respons Wacana Budi Arie, Puan Maharani Tegaskan Pemilu Tetap 5 Tahun Sekali
Berita terkait
Gibran jadi Instrumen Elektoral Prabowo, Langkah Jokowi Disebut Berbahaya
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 16.30
Usai Ribut soal Pemilu 2029 Dipercepat, Jokowi Minta Relawan Totalitas ke Prabowo-Gibran
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 10.30
Akhirnya Terungkap Peran Jokowi di Video Viral Ketum Projo Budi Arie
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 09.09
Ketum Projo Budi Arie Ogah Tarik Ucapannya Soal Kemungkinan Prabowo Jatuh Sebelum 2029
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 18.56