Pengamat: Jokowi Mulai Sadar, Dirinya dan Gibran Diserang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak hanya untuk mendukung Kaesang Pangarep, tetapi juga merespons tekanan politik yang menghadapi dirinya dan putranya, Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden. Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai keputusan ini dipengaruhi rangkaian isu yang menyentuh keduanya, seperti kasus yang tidak ditahan dan serangan ganda yang dirasakan. Meskipun PSI akan mendapat keuntungan, dampaknya perlu dihitung secara politik. Hensa menyatakan Jokowi mulai sadar akan dinamika yang menyebabkan tekanan, namun belum merupakan tanda permusuhan dengan Prabowo Subianto. Keputusan ini lebih merupakan langkah membangun jalur politik mandiri di tengah perubahan situasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 12.28
Momen Prabowo “Cueki” Jokowi di HUT TNI Jadi Sorotan
JPNN.com · 6 Oktober 2026 pukul 06.53
5 Berita Terpopuler: Prabowo Harus Memperhatikan, Jangan Ada Diskriminasi Angaran PPPK Paruh Waktu 2027
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 18.04
PSI Harus Hati-Hati, Jangan Terlena dengan Keluarga Jokowi
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 17.40
Menantu Jokowi Pilih Gerindra, Efriza Sebut Ini Alarm Keras buat PSI
Berita terkait
Pengamat Politik: Jokowi Mulai Sadar, Dirinya dan Gibran Diserang
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 13.00
Dikenal Tajam ke Jokowi-Gibran, Ada Tujuan Khusus Syahganda Masuk Kabinet Prabowo
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 18.45
Listyo Dinaikkan untuk Dijinakkan, 'Kaki-Kaki' Kekuasaan Jokowi Pelan-Pelan Dipreteli
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 17.54
Pengamat: Jokowi Merasa Terisolasi
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 09.00