PSI Harus Hati-Hati, Jangan Terlena dengan Keluarga Jokowi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peneliti senior Citra Institute Efriza memperingatkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar tidak terlalu bergantung pada kedekatan dengan keluarga Presiden Joko Widodo. Menurutnya, jika PSI ingin bersaing kuat pada Pemilu 2029, partai harus membuktikan diri sebagai entitas politik mandiri, bukan sekadar kendaraan politik keluarga Jokowi. "PSI harus hati-hati. Kalau terlalu kuat melekat pada keluarga Jokowi, publik bisa bertanya, sebenarnya ini partai politik atau partai keluarga?" katanya kepada JPNN.com.
Masuknya Joko Widodo ke struktur PSI, sekaligus dengan pimpinan Kaesang Pangarep sebagai ketua umum, semakin memperkuat persepsi bahwa PSI identik dengan keluarga Jokowi. Efriza menilai hal ini dapat menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, nama Jokowi dapat meningkatkan elektabilitas PSI. Namun, di sisi lain, ketergantungan pada satu figur besar dapat menghambat proses pelembagaan partai yang sehat.
Efriza menekankan bahwa partai politik yang sehat seharusya mampu bertahan dan berkembang berdasarkan organisasi dan kadernya sendiri, bukan hanya karena dukungan dari satu keluarga atau figur tertentu. Ia berpendapat bahwa untuk menjadi pemain yang kredibel dan berkelanjutan pada pemilu mendatang, PSI perlu membangun identitas politik yang jelas di luar jejak keluarga Jokowi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 5 Oktober 2026 pukul 09.00
Pengamat: Jokowi Merasa Terisolasi dan Ditinggalkan
Warta Ekonomi · 4 Oktober 2026 pukul 12.20
Jokowi Disebut Menyiapkan 200 Triliun untuk PSI Meraih 16 Persen di Pemilu 2029
Warta Ekonomi · 4 Oktober 2026 pukul 01.40
Jokowi Diam-diam Sudah 'Kantongi' Semua Parpol: Dia Paham Cara Main Demokrat, NasDem, PKB hingga PKS
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 21.30
PSI Mulai Panaskan Mesin Hadapi Pemilu 2029: Kami akan...
Berita terkait
Pintarnya Jokowi Memilih PSI Dibanding Partai Lain, Ini Tiga Alasannya
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 06.45
Jokowi Dinilai Paling Siap Hadapi 2029
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 06.30
PSI Tak Berhenti di Jokowi, Next Bakal Dedi Mulyadi: Mereka Butuh Sosok Capres-Cawapres...
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 12.40
Jokowi: PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Takut
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 17.29