Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Pengangguran RI Turun Jadi 4,65%, tapi 4,8 Juta Anak Muda Masih Menganggur

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional turun menjadi 4,65%, namun sekitar 4,8 juta orang atau 67% dari total penganggur masih merupakan generasi muda. Fenomenon ini menunjukkan bahwa penurunan pengangguran nasional belum sepenuhnya menyelesaikan masalah lapangan kerja bagi anak muda. Pemerintah mengidentifikasi kesenjangan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri sebagai salah satu penyebab utama. Pada periode yang sama, realisasi investasi Indonesia pada Semester I-2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% secara year-on-year, dan setara dengan 49,5% dari target tahunan. Investasi tersebut menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru di berbagai wilayah. Namun, penambahan lapangan kerja tersebut belum otomatis dapat ditempati oleh seluruh pencari kerja, terutama generasi muda yang kompetensinya belum sesuai. Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah meluncurkan Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 dengan target melatih sekitar 340.000 peserta. Dari jumlah tersebut, 70.000 peserta didanai melalui APBN, sementara 270.000 peserta berasal dari stimulus ekonomi Semester II-2026. Hingga Agustus 2026, sudah 89.337 peserta terdaftar mengikuti pelatihan, termasuk 12.128 peserta pada Batch IV yang digelar serentak. Program ini diluncurkan untuk memastikan tenaga kerja yang terlatih dapat memenuhi kebutuhan sektor-sektor yang sedang berkembang, seperti ekonomi digital dan energi hijau. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya penguatan vokasi agar pertumbuhan investasi dapat berjalan sejalan dengan kesiapan sumber daya manusia. Pemerintah juga berencana mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 GW, yang akan menciptakan kebutuhan besar akan tenaga terampil di sektor energi hijau, seperti teknisi panel surya dan ahli smart farming. Untuk memperluas jangkauan program, pemerintah berencana memanfaatkan fasilitas dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor industri agar pelatihan vokasi lebih dekat dengan kebutuhan dunia usaha.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait