Pengguna Tembus 250.000, Tuntun Rilis Aplikasi Desktop
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tuntun Sekuritas meluncurkan aplikasi desktop sebagai bagian dari pengembangan layanan investasi digitalnya. Hingga September 2026, jumlah pengguna Tuntun mencapai 250.000, meningkat 10 kali lipat dibandingkan 2025. Aktivitas transaksi melalui platform ini juga naik 9 kali lipat dalam periode yang sama. Pertumbuhan ini mendorong perlunya akses desktop untuk memantau portofolio, watchlist, dan informasi pasar dengan tampilan yang lebih luas.
Direktur PT Tuntun Sekuritas Indonesia Ricki Juliandi menyatakan bahwa pertumbuhan penggunaan mencerminkan kebutuhan nasabah akan pengalaman investasi yang lebih informatif dan mudah dipantau. Aplikasi desktop hadir sebagai pelengkap aplikasi seluler, menawarkan fitur serupa seperti pemantauan portofolio, informasi pasar, dan insight yang relevan. Pengembangan ini juga ditujukan untuk menjaga stabilitas, keamanan, dan kualitas informasi yang diterima nasabah.
Ekspansi layanan digital Tuntun sejalan dengan meningkatnya partisipasi masyarakat di pasar modal Indonesia. Berdasarkan data BEI, KPEI, dan KSEI, jumlah investor pasar modal mencapai 30,3 juta per 7 Agustus 2026, dengan sekitar 1,4 juta investor aktif bertransaksi setiap bulan. Aplikasi desktop Tuntun mulai dapat diunduh pada 2 September 2026 melalui situs resmi Tuntun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 3 September 2026 pukul 17.05
Batas Harga Saham Rp 50 Dihapus, JP Morgan Sebut Sentimen Bisa Lebih Positif
Detik.com · 3 September 2026 pukul 16.24
IHSG Ditutup di Level 6.667, Naik 1,09%
kumparan · 3 September 2026 pukul 13.12
JP Morgan: Investor Tak Mungkin Lupakan RI, IHSG Bisa Tembus 7.000 Akhir 2026
Detik.com · 2 September 2026 pukul 09.21
IHSG Menguat ke Level 6.612 Pagi Ini
Berita terkait
10 Sekuritas dengan Nilai Transaksi Terbesar Semester I-2026, Siapa yang Nomor Pertama?
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 08.29
JP Morgan Pangkas Target IHSG Jadi 7.000, Ini Tantangannya
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 15.06
BEI Pantau 6 Saham Ini, 5 Langsung Kena Koreksi
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 11.09
DBS Indonesia Resmi Bentuk Konglomerasi Keuangan, Kuasai 99% Saham DBS Vickers Sekuritas
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 10.40