Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pengungsi Gempa NTT Tembus 161 Ribu, ISPA Capai 3.721 Kasus

Hingga hari ke-9 penanganan darurat, jumlah pengungsi akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur mencapai 161.084 jiwa. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit dengan kasus terbanyak, yakni 3.721 kasus, sementara 15 kasus gigitan hewan penular rabies tercatat di Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Timur. Untuk mendukung penanganan, 11.106 tenaga kesehatan telah bertugas, namun masih ada kebutuhan tambahan sebanyak 133 tenaga medis. Dari 169 puskesmas terdampak, 101 beroperasi penuh, 49 sebagian, dan 19 belum beroperasi. BNPB juga mendirikan tenda kesehatan di Kabupaten Sikka dan Manggarai untuk memastikan layanan tetap tersedia.

Jumlah korban meninggal akibat gempa bertambah menjadi 91 orang, dengan 1.286 warga mengalami luka. Menurut BNPB, 51% korban meninggal akibat dampak langsung seperti tertimpa reruntuhan bangunan, sementara 49% akibat dampak tidak langsung. Gempa susulan terus tercatat, dengan total 5.688 gempa sejak gempa utama, termasuk 130 gempa yang dirasakan warga pada hari yang sama. Magnitudo gempa susulan terbesar mencapai 6,2 dan terkecil 1,1. BNPB memperkirakan gempa susulan masih berpotensi berlangsung selama tiga hingga empat minggu ke depan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait