Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pengusaha Penyeberangan Minta Infrastruktur dan Keselamatan Diperkuat

Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (GAPASDAP) menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya beban operator kapal. Asosiasi ini meminta regulator, pengelola pelabuhan, pengemudi, hingga pengguna jasa terlibat dalam membangun sistem keselamatan yang utuh, dengan mengubah budaya dari 'safety awareness' menjadi 'safety culture'. Kapal penyeberangan dianggap sebagai tulang punggung konektivitas Indonesia sebagai negara kepulaui, menghubungkan orang, kendaraan, dan barang antarpulau setiap hari.

Ketua Umum DPP GAPASDAP Khoiri Soetomo menyatakan bahwa gangguan layanan penyeberangan dapat memengaruhi rantai pasok, logistik, pariwisata, industri, UMKM, hingga harga kebutuhan pokok. Oleh karena itu, transportasi penyeberangan harus mendapat perlakuan yang adil dan setara dengan moda transportasi nasional lainnya. GAPASDAP juga meminta pemerintah mempercepat peningkatan infrastruktur pelabuhan, termasuk dermaga, movable bridge, fasilitas sandar, navigasi, dan akses jalan.

Di sisi lain, GAPASDAP menolak keras praktik kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang dipaksakan masuk kapal serta penyelundupan muatan berbahaya. Seluruh barang berbahaya wajib dideklarasikan agar awak kapal dapat menanganinya dengan tepat. GAPASDAP berharap transportasi penyeberangan menjadi lebih selamat, modern, andal, berkeadilan, dan mendapat perhatian pembangunan yang proporsional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait