Peningkatan Daya Saing Investasi Hulu Migas Butuh Sinergi Pemerintah dan Pelaku Usaha
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peningkatan daya saing investasi sektor hulu migas nasional membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan stakeholder terkait. Menurut pengamat migas dari Universitas Trisakti, Pri Agung Rakhmanto, Indonesia memiliki potensi sumber daya migas yang besar, namun daya tarik investasi tidak hanya ditentukan oleh faktor geologi (underground risk), tetapi juga faktor kebijakan dan regulasi (above ground risk) seperti kepastian politik, arah kebijakan ekonomi, birokrasi perizinan, dan infrastruktur pendukung. Kecepatan eksekusi proyek dari tahap pencarian hingga produksi juga menjadi faktor kritis yang memengaruhi persepsi investor dan keekonomian proyek. Sinergi antar pemangku kepentian diperlukan untuk mempercepat proses ini dan meningkatkan nilai keekonomian proyek.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 18.00
Ketahanan Energi Butuh Penguatan Industri Hulu Migas
Berita terkait
ASPEBINDO Dorong Bioenergi Menjadi Kekuatan Bisnis dan Ketahanan Energi Nasional
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 09.44
Pengembangan Panas Bumi RI Masih Terkendala, Bos PGE Beri Masukan Ini
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 14.17
Menteri Jerman Datang ke RI Bawa Bos-Bos, Mau Lakukan Ini
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 15.25
ESDM Buka Lelang 8 Blok Migas Baru, Ini Daftarnya
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 14.40