Penjualan Ritel Naik, BI Sebut Tekanan Harga Bakal Melandai
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5144169/original/005867100_1740572416-20250226-Harga_Bahan_Poko-ANG_1.jpg)
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penjualan ritel di Indonesia akan tumbuh 0,5% secara tahunan pada Agustus 2026. Penjualan eceran didorong oleh kelompok suku cadang, aksesori, makanan, minuman, dan tembakau. Namun, penjualan bulanan Agustus 2026 diperkirakan terkontraksi 0,1% akibat penurunan pada kelompok barang lainnya. Pemulihan dilakukan dari Juni 2026 yang terkoreksi 3,0% yoy, melanjutkan lonjakan Juli 2026 yang tumbuh 1,1% yoy. BI juga memproyeksikan tekanan inflasi pada Oktober 2026 dan Januari 2027 bakal melandai, tercermin dari penurunan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) dari 155,2 ke 146,5 untuk Oktober 2026 serta dari 168,1 ke 166,0 untuk Januari 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 15.23
BI prakirakan kinerja penjualan eceran pada Agustus 2026 tetap tumbuh
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.27
Ekonom: Pemulihan Sentimen Masyarakat masih Sangat Tipis
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 10.58
BI: Penjualan Eceran Juli 2026 Tumbuh 1,1%
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.58
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.512 per Dolar AS, Pasar Pantau Buyback UST
Berita terkait
Uang Primer Agustus 2026 Tumbuh 16,3% Menjadi Rp2.281,5 Triliun
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 12.26
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.763 per Dolar AS Tertekan Kenaikan Inflasi Agustus
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 16.02
Rupiah Diprediksi Melemah Rabu 2 September, Bisa Tembus Rp 17.790 per Dolar AS
JawaPos · 2 September 2026 pukul 07.15
Harga Minyak Dunia Melambung, IHSG Oleng
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 17.05