Penjualan SIDO Turun 20% Jadi Rp1,47 Triliun, Tolak Angin Jadi Andalan Pemulihan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatat penurunan kinerja pada semester I-2026, dengan penjualan bersih turun 20% menjadi Rp1,47 triliun dan laba bersih merosot 44% menjadi Rp334 miliar. Penurunan ini disebabkan oleh normalisasi persediaan produk Tolak Angin di tingkat distributor yang dilakukan sejak Februari hingga Mei 2026 untuk menyehatkan stok.
Meski tertekan, Tolak Angin tetap mendominasi pasar dengan pangsa 71%. SIDO kini fokus pada pemulihan penjualan di semester II-2026 melalui penguatan distribusi Tolak Angin, inovasi produk baru seperti C+Collagen dan Alang Sari Cooling Water, serta ekspansi ekspor yang tumbuh 28% dan kini menjangkau 34 negara. Secara finansial, SIDO tetap kuat tanpa utang dengan posisi kas Rp476 miliar per Juni 2026.
Bagikan
Berita terkait
Buka Rakor Gubernur se-Sumatera, Mendagri Beberkan Strategi Dongkrak Ekonomi
kumparan · 9 September 2026 pukul 18.30
Mendag Wanti-Wanti UMKM Lokal, RI Diserbu Produk Asing Bermodal Besar
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.50
PTBA Optimistis Produksi Batu Bara Sampai Akhir 2026 Capai 50 Juta Ton
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 15.45
Cuma Presentasi Online, UMKM RI Bisa Dapat Buyer dari 33 Negara
Detik.com · 9 September 2026 pukul 15.38