PTBA Optimistis Produksi Batu Bara Sampai Akhir 2026 Capai 50 Juta Ton
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan produksi batu bara mencapai 50 juta ton hingga akhir 2026, meskipun target RKAB tahun ini tetap pada 53 juta ton. Direktur Keuangan Una Lindasari menyatakan optimisme mengejar target tersebut meskipun realisasi semester I 2026 masih di bawah target. Pada periode tersebut, PTBA mencatatkan produksi sebesar 19,45 juta ton dan penjualan mencapai 21,1 juta ton, didukung oleh strategi penjualan adaptif dan penguatan pasar ekspor ke Vietnam, India, dan Thailand.
Untuk mendukung target produksi, PTBA mempercepat pembangunan infrastruktur logistik Tanjung Enim-Kramasan yang sudah mencapai 93% progres. Fasilitas ini diharapkan meningkatkan kapasitas angkutan dan sistem distribusi batu bara secara terintegrasi.
Pada semester I 2026, PTBA mencatatkan pendapatan Rp 22,03 triliun, naik 8% YoY, sementara laba bersih mencapai Rp 2,65 triliun, tumbuh 218% YoY. Peningkatan ini didorong pemulihan operasional, penguatan ekspor, dan kenaikan harga jual rata-rata sebesar 10% YoY akibat naiknya Newcastle Index 25% dan ICI-3 15% YoY.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 17.56
PTBA Kejar Produksi 50 Juta Ton Batu Bara di 2026
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 20.00
Proyek Kereta Batu Bara PTBA Tj Enim-Kramasan 93% Rampung
kumparan · 8 September 2026 pukul 10.00
PTBA Masih Pede Capai Target Produksi Batu Bara 50 Juta Ton pada Akhir 2026
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 19.20
Semester I-2026, Biaya Fuel PTBA Naik 16%, Dampak B50 Disebut Kecil
Berita terkait
Laba Bersih Melejit 218% di H1-2026, Dirkeu PTBA Beberkan Pemicunya
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 20.00
Efisiensi Angkat Kinerja PTBA, Laba Semester I 2026 Melonjak 215% Jadi Rp2,64 T
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 22.30
Pengembangan Investasi Gas Domestik Butuh Kepastian Keekonomian
JawaPos · 25 Agustus 2026 pukul 19.15
Produk Lokal Sukses Kuasai Ritel Modern RI, Pemerintah Pakai Jurus Ini
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 20.00