Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Penyebab IHSG Kembali di Zona Merah, Sesi 1 Turun 0,97%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan sesi I, Selasa (11/8/2026). IHSG sempat turun hingga 1,15% pada awal perdagangan, dan pada penutupan sesi I terkoreksi 55,50 poin atau 0,87% ke posisi 6.309,87, setelah dibuka di level 6.383,81. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 6.291,19-6.388,58. Mayoritas saham melemah: 169 saham menguat, 488 saham melemah, dan 306 saham stagnan. Volume perdagangan tercatat 20,04 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp7,83 triliun dan frekuensi 1,21 juta kali.

Seluruh sektor saham berada di zona merah. Sektor utilitas turun 1,38%, finansial terkoreksi 1,14%, teknologi melemah 1,03%, properti turun 1%, dan konsumer non-primer koreksi 0,98%. Dari saham berkapitalisasi besar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penekan utama IHSG. BBCA turun 0,20% ke Rp6.250 per saham, dengan kontribusi penurunan sekitar 12,47 poin. Penekan lain: VKTR (-3,13 poin), DSSA (-2,91), BMRI (-2,77), dan BBNI (-2,61). Sementara itu, Indosat (ISAT) menjadi penyumbang kenaikan terbesar sekitar 0,96 poin, diikuti Kalbe Farma (KLBF) 0,93 poin, dan Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) 0,86 poin.

Pergerakan IHSG dipengaruhi sentimen geopolitik. Presiden AS Donald Trump menanggapi tuntutan Iran dengan tuntutan baru agar Teheran membayar kompensasi atas korban tewas selama 50 tahun terakhir, yang berpotensi mempersulit pembukaan kembali Selat Hormuz. Harga minyak melonjak sekitar 5% pada Senin (10/8/2026), dengan WTI ditutup US$82,13/barel dan Brent US$87,72/barel.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait