IHSG Anjlok 1,53% Balik ke Level 6.267 Terseret Kinerja Saham Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (11/8/2026) ditutup turun 97,49 poin atau 1,53% ke level 6.267,88. Mayoritas saham melemah, yaitu 542 saham turun, 141 naik, dan 108 stagnan. Volume perdagangan mencapai 35,37 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 14,49 triliun. Hampir seluruh sektor berada di zona merah, kecuali sektor kesehatan yang menguat tipis. Secara individual, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi penekan terbesar dengan kontribusi penurunan sekitar 11 poin, diikuti saham BBCA, AMMN, BMRI, dan VKTR. Di sisi lain, ISAT, KLBF, dan INKP masing-masing memberikan kontribusi positif.
Pelemahan IHSG kali ini dibayangi sentimen geopolitik global, khususnya ketegangan AS-Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi atas korban jiwa dan kerusakan selama 50 tahun terakhir sebagai syarat pembukaan jalur strategis tersebut. Tuntutan baru ini berpotensi mempersulit negosiasi. Akibat keraguan tercapainya kesepakatan, harga minyak melonjak sekitar 5% menjadi US$82,13/barel untuk WTI dan US$87,72/barel untuk Brent.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 16.30
IHSG Terseret 1,13 Persen ke 6.301 Sore Ini
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 12.44
Ketidakpastian Geopolitik Timteng Bikin Rupiah Sulit Bangkit
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 09.07
Selat Hormuz Belum Pulih, Defisit Minyak Global Makin Parah Tembus 1,8 Juta Barel per Hari
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 07.45
Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Bertahan Dekat US$ 89 per Barel
Berita terkait
Iran dan Oman Lanjutkan Perundingan Selat Hormuz
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 19.14
Selat Hormuz Terancam, Negara Teluk Berebut Jalur Alternatif
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 16.45
Minyak Terbang Lagi! Hormuz Memanas, Pasar Siaga Data Inflasi AS
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 10.35
Penyebab IHSG Kembali di Zona Merah, Sesi 1 Turun 0,97%
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.22