Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Bertahan Dekat US$ 89 per Barel

Harga minyak dunia bergerak tipis pada perdagangan Rabu setelah serangan mematikan terhadap kapal di Laut Merah dan Teluk Oman meningkatkan kekhawatiran keamanan jalur pelayaran global. Minyak mentah Brent naik 7 sen menjadi US$ 88,98 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 7 sen menjadi US$ 83,27 per barel.

Kekhawatiran pasar dipicu serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap kapal kargo di Selat Bab el-Mandeb pada Selasa (11/8/2026), yang menewaskan enam orang. Insiden ini menjadi laporan korban jiwa pertama akibat serangan terhadap pelayaran di Laut Merah dalam lebih dari satu tahun. Beberapa jam kemudian, militer Amerika Serikat menembakkan rudal ke kapal kontainer yang diduga mencoba menembus blokade pelabuhan Iran di Teluk Oman. Rangkaian insiden tersebut menunjukkan dampak perang yang hampir enam bulan terhadap dua jalur pelayaran utama dunia, meski upaya diplomatik membuka kembali Selat Hormuz mulai menunjukkan perkembangan positif.

Ekonom Senior Interactive Brokers José Torres menyatakan kekhawatiran pasokan minyak dari Timur Tengah masih menjadi perhatian utama pasar. Pakistan menyampaikan optimisme bahwa AS dan Iran dapat mencapai kesepakatan terkait Selat Hormuz, namun pasar masih menunggu perkembangan konkret. Selama ketegangan di Timur Tengah berlangsung dan belum ada kepastian pembukaan penuh Selat Hormuz, harga minyak diperkirakan tetap sensitif terhadap perkembangan geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait