Perang Suku Bunga Bank Mulai Memanas, OJK Beri Peringatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3336882/original/076787600_1609315234-20201230-Sistem-Digital-Perbankan-4.jpg)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperingatkan bahwa persaingan antarbank dalam menghimpun dana masyarakat kini menjadi perhatian. Karena kondisi likuiditas yang berubah, bank-perlu menggunakan strategi pendanaan yang lebih beragam, bukan hanya mengandalkan bunga simpanan tinggi. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa biaya dana (cost of fund) setiap bank dipengaruhi oleh strategi pendanaan, struktur dana, suku bunga pasar, dan kondisi likuiditas. OJK mendorong bank memperkuat core deposits (dana inti), meningkatkan kualitas layanan, dan melakukan inovasi produk untuk menarik dana masyarakat. Hal ini diperlukan agar persaingan tidak berujung pada peningkatan berkelanjutan bunga simpanan. Data menunjukkan margin bunga bersih (NIM) bank turun menjadi 4,34 persen pada Juni 2026 dari 4,48 persen pada Juni 2025, karena kenaikan suku bunga DPK lebih cepat daripada suku bunga kredit.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 11.10
Himbara Mulai Bangun Kantor di IKN pada 2027
Berita terkait
Daftar 15 Bank Tutup hingga September
Detik.com · 26 September 2026 pukul 15.08
OJK cermati bank dengan eksposur tinggi pada sektor terdampak karhutla
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 21.03
OJK: Relaksasi DHE SDA Buka Persaingan Bank Rebut Dana Eksportir
kumparan · 21 September 2026 pukul 16.53
Penerbitan Surat Berharga Multifinance Anjlok 12,71%, Jadi Rp62,19 Triliun
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 19.00