Perang Tarif Memanas, Warga Kanada Ramai-Ramai Boikot Produk Amerika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Warga Kanada semakin memilih produk dalam negeri dan mengurangi pembelian barang asal Amerika Serikai (AS) sebagai respons terhadap ketegangan perdagangan dan perselisihan tarif antara kedua negara. Fenomena ini terlihat jelas di supermarket dan toko kelontong, termasuk di wilayah Greater Toronto Area, di mana sekitar 90 persen produk di empat toko Vince's Market kini berasal dari Kanada. Pedagang juga meningkatkan penandaan asal produk dan mencari pemasok lokal untuk mengurangi ketergantungan pada impor AS.
Konsumen semakin selektif memeriksa label sebelum membeli. John Ambard, seorang insinyer perangkat lunak di Toronto, sengaja menghindari produk AS dan mendukung merek lokal dengan mencari informasi perusahaan melalui internet. Ia mengatakan langkah ini sebagai cara kecil untuk mendukong Kanada di masa sulit.
Perubahan ini juga memengaruhi strategi bisnis toko, termasuk penggantian pemasok seperti stroberi yang kini berasal dari Quebec. Menurut Giancarlo Trimarchi, manajer toko Vince's Market, toko harus menyeimbarkan kualitas, harga, dan asal negara dalam pengambilan keputusan, yang bahkan menyebabkan pemotongan anggaran iklan akibat biaya operasional yang berubah.
Bagikan
Berita terkait
Gagal Berunding, Kanada Balas Tarif AS Mulai 8 September 2026
Liputan6.com · 24 Agustus 2026 pukul 19.00
Negara Ini Tak Gentar Lawan AS, Fatwa Dagang Trump Dihajar Balik
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 22.00
Kanada Hentikan Negosiasi Dagang, Trump Kembali Menyerang
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 17.10
Trump Kibarkan Perang Dagang ke Mitra Strategis AS, Tarif 50% Menanti
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 08.05