Peremajaan Sawit Rakyat Bisa Kerek Produksi CPO Buat B50
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4273155/original/043705400_1672055490-IMG_20221014_193652.jpg)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan program peremajaan sawit rakyat (PSR) penting untuk meningkatkan produksi CPO guna mendukung program biodiesel B50 yang diresmi pemerintah pada Juli 2026. Kebutuhan CPO naik dari 15,6 juta ton menjadi 18 juta ton per tahun. PSR telah terealisasi 427.441 hektar dengan dana Rp 12,14 triliun dari 2017, berpotensi menyerap 1 juta pekerja. Kementerian Pertanian menilai luas kebun sawit nasional mencapai 16,8 juta hektar pada 2025, dengan 41% atau 6,8 juta hektar merupakan kebun rakyat yang berpotensi meningkatkan produksi. Namun, realisasi PSR belum mencapai target karena hambatan seperti legalitas lahan, tumpang tindih kawasan hutan, dan lemahnya pola kemitraan antara perusahaan dan petani.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 13.57
Harga CPO Cetak Level Tertinggi 20 Bulan, Saham Sawit Berpeluang Jadi Primadona
Berita terkait
Ekonom Nilai B50 Bisa Menghemat Cadangan Devisa & Mendorong Transformasi Ekonomi
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.32
Terapkan Mandatori B50, Prabowo Klaim Selamatkan Devisa Negara Hingga Rp 170 Triliun
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.31
Prabowo Sebut B50 Hemat Devisa 9,5 Miliar Dolar AS
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 13.10
Panggil Dirut Pertamina, Prabowo Minta Kurangi Layer Anak-Cucu Usaha
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 09.15