Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Amran: Pengembangan Bioetanol Bisa Buka 8 Juta Lapangan Kerja

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan pengembangan bioetanol nasional berpotensi menciptakan sekitar 8 jalan lapisan kerja, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi dan membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru di sektor pertanian. Program ini melibatkan penggunaan tiga komoditas utama: tebu, singkong, dan jagung, yang akan ditanam di lahan yang sesuai. Untuk mendukung kegiatan ini, Kementerian Pertanian telah melakukan konsolidasi dengan 44 bupati, yang akan membantu menyiapkan lahan, memetakan potensi wilayah, dan mengembangkan komoditas sesuai kebutuhan industri. Pengembangan kawasan ini diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 1 hingga 2 juta hektare untuk menjaga ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.

Pemerintah memastikan pengembangan bioetanol akan tetap memperhatikan ketersediaan lahan dan aspek lingkungan. Kepastian lahan menjadi faktor penting agar pembangunan industri bioetanol dapat berjalan, sehingga pemerintah mendorong keterlibatan pemerintah daerah dalam menyiapkan kawasan produksi secara terintegrasi. Selain pemerintah pusat dan daerah, pengembangan ini juga akan melibatkan BUMN dan sektor swasta melalui kerja sama investasi.

Program ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, khususnya bagi petani yang menjadi bagian dari rantai pasok bahan baku. Dengan memanfaatkan komoditas lokal, pemerintah berharap kebutuhan bahan baku energi dapat dipenuhi dari dalam negeri, sekaligus meningkatkan aktivitas produksi pertanian di berbagai daerah. Amran juga menyatakan optimisme bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta dapat mempercepat pembangunan industri bioetanol di Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait