Pertamina NRE Siap Garap PLTS 100 GW, Minta Dukungan Regulasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) siap menggarap program pengembangan PLTS 100 GWp yang dicanangkan pemerintah. Direktur Utama John Anis menyatakan keinginan mengambil porsi sebesar mungkin, namun besaran kapasitas masih menunggu pembagian proyek dari pemerintah dan PLN. John menekankan kesiapan menjadi kunci eksekusi target PLTS 100 GWp dalam waktu singkat, sekaligus mengakui ketergantungan pada kolaborasi karena keterbatasan teknologi dan rantai pasok dalam negeri. Tantangan utama yang diidentifikasi adalah keekonomian proyek, sehingga Pertamina NRE mendorong kepastian regulasi dan dukungan pemerintah. Contoh yang diberikan meliputi pengembangan bioetanol yang membutuhkan kebijakan mandatory blending serta harga indeks pasar (HIP) yang tidak pernah diperbarui. Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Norman Ginting menilai program 100 GWp akan menciptakan permintaan besar terhadap industri EBT sekaligus membuka peluang investasi. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan program-program strategis seperti PLTS 100 GWp, B50, E20, dan waste to energy dapat dieksekusi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 12.00
67% Pengangguran RI Ternyata Anak Muda, Vokasi Jadi Solusi
Detik.com · 1 September 2026 pukul 11.00
Proyek PLTS 100 GW Dikebut, Buka Investasi dan Lapangan Kerja
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.10
Sebentar Lagi Modal Investasi Saham Cukup Rp 1.000/lot, Kok Bisa?
Berita terkait
METI Proyeksi Investasi Program PLTS 100 GW Capai Rp1.440 Triliun
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 10.50
OJK Usul Kepemilikan Asing di Asuransi Bisa Naik Jadi 99 Persen
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 15.17
Baterai Mobil Listrik Bekas Segera Menumpuk, Regulasi Recycling di Indonesia Belum Siap?
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 17.00
Investor Industri Baterai Bisa Kabur, Regulasi RI Dinilai Belum Memberi Kepastian
JawaPos · 28 Agustus 2026 pukul 16.45