Pertamina Pastikan Infrastruktur Blending dan Distribusi B50 Siap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertamina Patra Niaga telah memastikan kesiapan infrastruktur blending dan distribusi B50, yaitu bahan bakar campuran 50% minyak kelapa sawit (FAME) dan 50% solar fosil. Program ini diluncurkan bertahap sejak 1 Juli 2026 dengan dukungan 11 lokasi New Gantry System dan 120 terminal BBM di seluruh Indonesia. Proses blending dilakukan melalui dua metode: sequential blending (menggunakan meter arus untuk mengatur volume) dan inline blending (pencampuran selama aliran melalui pipa). Saat ini, rata-rata distribusi mencapai 73.000 kiloliter per hari dengan 40 titik serah FAME dan kapasitas storage 271.691 KL. Implementasi B50 diharapkan meningkatkan ketahanan energi nasional, mengurangi impor solar, serta memberikan manfaat ekonomi seperti penghematan devisa dan peningkatan serapan CPO.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.23
B50 Jadi Senjata Kurangi Impor Solar, Pertamina Siapkan Infrastruktur Blending hingga Distribusi
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 15.30
Pertamina Petakan 13 Lokasi CCS Berkapasitas 7,3 Gigaton CO2
Berita terkait
Prabowo Panggil Dirut Pertamina, Bahas B50-Kurangi Anak-Cucu Usaha
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 09.40
Pertamina Andalkan Terminal Tanjung Sekong Jaga Pasokan LPG Nasional
CNN Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 20.45
Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40 Persen Kebutuhan LPG Nasional
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 19.55
Pertamina Ungkap Dampak B50 & Bioetanol: Ciptakan 2,1 Juta Lapangan Kerja
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.23