Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pertamina Ungkap Dampak B50 & Bioetanol: Ciptakan 2,1 Juta Lapangan Kerja

PT Pertamina (Persero) mengembangkan program energi terbarukan melalui pembuatan biosolar B50 dan perluasan bioetanol berbasis tebu untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi. Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyatakan bahwa program ini berpotensi menciptakan 2,1 juta lapangan kerja di seluruh Indonesia. Selain dampak ekonomi, penerapan B50 juga diproyeksikan menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun dari pengurangan impor solar serta menurunkan emisi karbon sebesar 44 juta ton CO2.

Untuk mewujudkan penciptaan lapangan kerja tersebut, Pertamina bekerja sama dengan BUMN sektor perkebunan seperti PTPN dan jaringan petani lokal. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengolah hasil kebun tebu menjadi etanol dan hasil minyak sawit menjadi fatty acid methyl ester (FAME) untuk campuran bahan bakar. Dengan model ini, hasil panen petani lokal terserap langsung oleh rantai pasok energi nasional, sehingga diharapkan meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup para petani.

Pertamina berharap ekosistem pemberdayaan petani tebu dan sawit ini dapat direplikasi secara masal di berbagai daerah lain di Indonesia guna mendorong pemerataan ekonomi berbasis kemandirian daerah. Program ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memanfaatkan sumber daya alam Indonesia yang melimpah, sekaligus mendukung kebijakan energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait