Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pertumbuhan Ekonomi Maluku-Papua Masih Tertahan, Begini Langkah Purbaya

Pertumbuhan ekonomi wilayah Maluku dan Papua pada kuartal II 2026 hanya mencapai 1,36%, yang masih jauh di bawah rata-rata nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah akan mengevaluasi penyebab rendahnya pertumbuhan ini dan berkonsultasi dengan Menteri Bappenas untuk merumuskan langkah percepatan. Menurutnya, kondisi ini bukan fenomena baru dan telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, sehingga membutuhkan penanganan yang lebih mendalam.

Purbaya menjelaskan bahwa kinerja ekonomi di kawasan tersebut tidak seragam, dengan daerah yang memiliki aktivitas pertambangan seperti Maluku Utara diperkirakan lebih tumbuh dibandingkan wilayah lain. Pemerintah berencana mempelajari potensi ekonomi masing-masing daerah untuk mengidentifikasi sumber pertumbuhan baru yang dapat dikembangkan.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut terutama dipengaruhi oleh melemahnya aktivitas ekonomi di Provinsi Papua Tengah, yang menyumbang 27,26% terhadap total PDRB kawasan. Kontraksi ekonomi di Papua Tengah disebabkan oleh pelemahan sektor pertambangan akibat gangguan operasional tambang PT Freeport Indonesia di Grasberg Block Cave yang terjadi pada September 2025. Proses pemulihan yang masih berlangsung membuat kinerja sektor pertambangan belum pulih, sehingga menjadi faktor utama yang menekan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait