Petani Dorong Pembaruan Aturan Produk Hilirisasi Sawit karena Regulasi Tertinggal Inovasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Petani sawit melalui Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) mendesak Kementerian Perindustrian mempercepat pembaruan Permenperin Nomor 32 Tahun 2024. Hal ini disebabkan oleh inovasi produk hilir, khususnya produk oleokimia, yang berkembang lebih cepat daripada regulasi yang ada, sehingga berpotensi menghambat perdagangan.
Keterlambatan regulasi dikhawatirkan mengganggu seluruh ekosistem sawit, mulai dari refinery hingga penyerapan Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani, yang pada akhirnya dapat menurunkan pendapatan negara. POPSI meminta pemerintah menyediakan mekanisme cepat untuk menguji dan mengklasifikasikan produk baru berdasarkan spesifikasinya agar tidak menghambat inovasi industri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 11.37
Regulasi Tertinggal Inovasi, Asosiasi Petani Dorong Pembaruan Aturan Produk Hilirisasi Sawit
Berita terkait
Hilirisasi Tanah Jarang Terganjal Aturan Limbah BUMN dan Kelangkaan Ahli Geologi REE
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 21.00
186 Pekebun Sawit di Banggai Digembleng Tingkatkan Hasil Usaha
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 18.33
Gara-gara Aturan Ini, Negara Berpotensi Kehilangan Rp47,7 Triliun
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 08.30
Dukung Hilirisasi, BPDP Dorong Korporatisasi Petani Sawit Berkelanjutan
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 13.41