Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah RI Serius Jalankan Paris Agreement, Ini Buktinya!

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa hingga akhir 2026, porsi energi baru terbarukan (EBT) mencapai 17% dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034. Ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam pelaksanaan Paris Agreement dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060. Dalam triwulan pertama 2026, porsi EBT mencapai 18%, namun sedikit dikoreksi menjadi 16,8-17% karena masuk pembangkit gas. Dari total target penambahan kapasitas 69,5 GW, penggunaan EBT ditetapkan mencapai 76% (52,9 GW). Terbesar adalah FAME biodiesel 5,2%, diikuti PLTA 3,5% dan panas bumi 2,2%. Dengan penambahan 5,2 GW, diharapkan panas bumi naik menjadi 4,5% dan PLTS tetap 0,5%. Pemerintah menekankan perlu perhatian khusus untuk pengembangan PLTS sesuai arahan Presiden.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait