Pemerintah RI Serius Jalankan Paris Agreement, Ini Buktinya!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa hingga akhir 2026, porsi energi baru terbarukan (EBT) mencapai 17% dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034. Ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam pelaksanaan Paris Agreement dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060. Dalam triwulan pertama 2026, porsi EBT mencapai 18%, namun sedikit dikoreksi menjadi 16,8-17% karena masuk pembangkit gas. Dari total target penambahan kapasitas 69,5 GW, penggunaan EBT ditetapkan mencapai 76% (52,9 GW). Terbesar adalah FAME biodiesel 5,2%, diikuti PLTA 3,5% dan panas bumi 2,2%. Dengan penambahan 5,2 GW, diharapkan panas bumi naik menjadi 4,5% dan PLTS tetap 0,5%. Pemerintah menekankan perlu perhatian khusus untuk pengembangan PLTS sesuai arahan Presiden.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.44
Bahlil Izinkan PLN Bangun PLTP di Gunung Ungaran
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.09
Geothermal RI Terbesar di Dunia, tapi Implementasi di Bawah AS
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 19.12
88% Potensi Panas Bumi RI Belum Dimanfaatkan, Industri Dorong Percepatan
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 19.00
Bahlil Sentil Negara yang Dorong Energi Bersih tapi Borong Batu Bara RI
Berita terkait
PLN Butuh Rp 627 Triliun untuk Bangun PLTA 11,7 GW
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 15.30
Incar Posisi Nomor 1 Dunia, PGE Targetkan Kapasitas Panas Bumi 1,8 GW pada 2034
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 17.43
Bahlil Pangkas Aturan dan Siapkan Insentif Buat Kebut Panas Bumi
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 16.55
Panas Bumi Indonesia Genap 100 Tahun, Uap Kamojang Masih Mengalir
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.18