Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bahlil Sebut Harga Minyak Dunia seperti Orang Sakit Malaria: Pagi Turun, Malam Naik

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) untuk memperkuat kedaulatan energi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global. Bahlil menggambarkan fluktuasi harga minyak dunia yang sangat tidak stabil seperti orang sakit malaria yang pagi turun malam naik, tergantung pada isu geopolitik seperti kontrol Selat Hormuz. Atas kondisi ini, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemerintah mencari terobosan alternatif dalam memperkuat kedaulatan energi nasional.

Pemerintah menargetkan pencapaian net zero emission pada 2050 hingga 2060 melalui pengembangan EBT. Indonesia tetap konsisten menjalankan komitmen Paris Agreement meski sebagian negara tidak komitmen. Dalam kebijakan kelistrikan, pemerintah telah menetapkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2035 dengan porsi energi terbarukan 70-75 persen, mencakup gas, tenaga surya, panas bumi, dan tenaga air.

Target pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 100 gigawatt dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2026, pembangunan tahap awal ditargetkan mencapai 30 gigawatt dengan proses tender yang akan segera dimulai. Bahlil menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua 2024 mencapai 5,21 persen, dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi semester pertama 5,45 persen, termasuk salah satu pertumbuhan terbaik di antara negara-negara G20.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait