Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

PLN IP Pertebal Portofolio Energi Terbarukan Lewat Program PLTS 100 GWp, Apa saja Proyeknya?

PLN Indonesia Power (PLN IP) memperkuat komitmennya dalam mendukung percepatan transisi energi melalui pengembangan portofolio pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari Program PLTS 100 GWp. Beberapa proyek andalan yang sedang dikembangkan meliputi PLTS Terapung Gajah Mungkur (134,2 MWp), PLTS Terapung Saguling (92 MWp), PLTS Pasuruan (132 MWp), dan PLTS Banyuwangi (132 MWp). Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Pada acara Launching & Groundbreaking Program PLTS 100 GWp, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan PLTS dengan kapasitas total 100 GWp dalam waktu sekitar tiga tahun menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi impor. Presiden juga menekankan pentingnya memanfaatkan potensi energi terbarukan dalam negeri, termasuk tenaga surya dan panas bumi, untuk mewujudkan energi yang berkelanjutan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendukung penuh kebijakan ini, menyatakan bahwa percepatan program PLTS 100 GWp dalam tiga tahun merupakan langkah kritis untuk memastikan keamanan pasokan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, menambahkan bahwa pengembangan PLTS tidak hanya menambah kapasitas energi terbarukan, tetapi juga membutuhkan inovasi teknologi dan kolaborasi dengan mitra strategis untuk memastikan energi bersih dapat dihadirkan secara optimal dan memberikan nilai tambah bagi sistem ketenagalistikan nasional.

Berita terkait