Bangun PLTS 100 GW dalam 4 Tahun, Prabowo: PLN Harus Tinggalkan Pembangkit Listrik dari Diesel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas total 100 gigawatt (GW) dalam waktu 4 tahun. Target ini disampaikan dalam peluncuran motor listrik nasional di Cikarang, Jawa Barat. Untuk tahap awal, pemerintah berencana membangun PLTS sebesar 30 GW pada 2026. Untuk mewujudkan target ini, Prabowo meminta PT PLN (Persero) untuk menghentikan penggunaan pembangkit listrik berbasis energi fosil, khususnya pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang kini menyumbang sekitar 13 GW. Dengan beralih ke energi surya, pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mempercepat transisi energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.54
Prabowo Umumkan Insentif Motor Listrik, Sasar 1 Juta Unit Produksi Dalam Negeri
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 15.21
Jaga Hutan Tak Gratis, Prabowo Minta Negara Emisi Tinggi Bayar Indonesia
ANTARA News · 13 Agustus 2026 pukul 18.59
Prabowo perintahkan PLN segera tutup PLTD, total kapasitasnya 13 GW
Berita terkait
PLN IP Pertebal Portofolio Energi Terbarukan Lewat Program PLTS 100 GWp, Apa saja Proyeknya?
JawaPos · 14 September 2026 pukul 22.30
Prabowo Targetkan 100 GW PLTS, Ada yang Dibangun di Bali
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 13.25
Proyek Energi 'Andalan' Prabowo Butuh Investasi Rp 1.306 Triliun
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.40
Prabowo: PLTS Terapung Saguling Masuk Program 100 GWp, Progres Capai 47 Persen
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 19.40