PLTS 100 GW Terhambat Lahan, Danantara Soroti Bankability Proyek
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Danantara Development Management Fund (DDMF) mengidentifikasi kepastian lahan sebagai faktor utama yang membuat proyek PLTS 100 GW di Indonesia belum sepenuhnya bankable. Meskipun potensi energi surya Indonesia mencapai 3.200 GW dan teknologi PLTS sudah matang, hanya 1,5 GW yang telah terutilisasi. Rachmat Kaimuddin, Managing Director DDMF, menekankan bahwa kejelasan lokasi lahan diperlukan untuk menilai radiasi matahari dan risiko proyek. Setelah lokasi dan kondisi lahan jelas, proyek dapat ditawarkan melalui tender dengan kepastian offtaker listrik dari pemerintah. PT PLN (Persero) juga menyatakan bahwa biaya pengadaan lahan sangat memengaruhi biaya listrik PLTS yang dipadukan dengan BESS, di mana peningkatan harga lahan Rp200.000/m² dapat menaikkan tarif listrik 1 sen/kWh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.25
Konsumsi Listrik di Bali Naik 8%, PLN Siapkan Tambahan Pasokan dari PLTS
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 14.15
Panas Bumi Eksisting Bakal Disulap Jadi Tambahan 45 MW Listrik
CNBC Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 12.00
Video: Tutup 13 GW PLTD - Percepat Bangun PLTS, RI Bisa Nyontek India?
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 17.25
PLTS Disalurkan ke Agam untuk Pulihkan UMKM Pascabencana
Berita terkait
PLN Group Teken 5 Kolaborasi Strategis, Estimasi Nilai hingga Rp3,3 T
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 15.38
PLN Resmi Kantongi Kesepakatan Rp3,3 Triliun, Buat Proyek Apa Saja?
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 14.00
PLN Group Teken 5 Kolaborasi Strategis, Estimasi Nilai hinggaTembus Rp3,3 Triliun
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 13.49
PLN Garap PLTS 60 MWp-BESS 200 MWh di Sulawesi Tengah Rp 3,3 T
Detik.com · 24 September 2026 pukul 09.41