PLTS 100 GW Terhambat Lahan, Danantara Soroti Bankability Proyek
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Danantara Development Management Fund (DDMF) mengidentifikasi kepastian lahan sebagai faktor utama yang membuat proyek PLTS 100 GW di Indonesia belum sepenuhnya bankable. Meskipun potensi energi surya Indonesia mencapai 3.200 GW dan teknologi PLTS sudah matang, hanya 1,5 GW yang telah terutilisasi. Rachmat Kaimuddin, Managing Director DDMF, menekankan bahwa kejelasan lokasi lahan diperlukan untuk menilai radiasi matahari dan risiko proyek. Setelah lokasi dan kondisi lahan jelas, proyek dapat ditawarkan melalui tender dengan kepastian offtaker listrik dari pemerintah. PT PLN (Persero) juga menyatakan bahwa biaya pengadaan lahan sangat memengaruhi biaya listrik PLTS yang dipadukan dengan BESS, di mana peningkatan harga lahan Rp200.000/m² dapat menaikkan tarif listrik 1 sen/kWh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.54
Gaet Jerman, RI Incar Proyek PLTS dan Rantai Pasok Semikonduktor
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 11.52
Airlangga Ajak Jerman Bangun PLTS 100 GW: Kami Butuh Teknologi dan Modal
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 11.36
Transisi Energi yang Tetap Menjaga Daya Saing Industri
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 10.30
Pemerintah Buka Lelang PLTS 30 GW Tahap Awal
Berita terkait
PLN dan Pemkab Bandung Barat Percepat Pembangunan PLTA Upper Cisokan
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 22.10
Kementerian ESDM Terbitkan Izin Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLN
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 21.40
Bahlil Mulai Tender 30 GW PLTS yang Bakal Dibangun Tahun Ini
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 17.20
Tarif Listrik Tetap Stabil di Tengah Gejolak Hormuz, Airlangga Ungkap Andalan Energi RI
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.47