PMI Manufaktur Indonesia Naik, Produksi dan Lapangan Kerja Mulai Pulih
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4867039/original/073360400_1718711479-20240618-Pertumbuhan_Industri_Manufaktur-MER_3.jpg)
Pada Juli 2026, indeks PMI Manufaktur Indonesia naik menjadi 50,2 dari 46,9 pada Juni, menandakan kembali ke zona ekspansi setelah kontraksi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan volume produksi yang pertama kali tumbuh sejak Februari 2026, stabilnya pesanan baru, dan penambahan tenaga kerja setelah empat bulan beruntun penyesuaian karyawan. Optimisme pelaku industri terhadap prospek 12 bulan ke depan mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir.", "Kementerian Perindustrian mengaitkan pemulihan ini dengan kebijakan pemerintah, seperti keberlanjutan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang menjaga daya saing industri pengguna gas bumi, serta Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang relaksasi bea masuk impor bahan baku plastik yang menekan biaya produksi. Kombinasi kebijakan ini membantu meredam tekanan biaya input dan memacu optimisme bisnis.", "Meski demikian, Kemenperin mengingatkan agar pelaku industri tetap waspada terhadap tantangan global seperti gangguan rantai pasok dan fluktuasi nilai tukar. Pemerintah berkomitmen menjaga ketersediaan bahan baku, pasokan energi, dan perlindungan pasar dalam negeri agar momentum ekspansi manufaktur dapat berlanjut pada semester II 2026."], "tags": ["pmi manufaktur", "industri indonesia", "ekonomi", "kebijakan pemerintah", "pemulihan ekonomi"]
Bagikan
Berita terkait
Penuhi Permintaan Pasar, Java Residence Luncurkan Cluster 5 tahap 2 Sukodono
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 08.30
Daftar 10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Jumbo di RAPBN 2027
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 08.26
Data Ekonomi Jepang Jadi Sorotan, Bursa Asia Mayoritas Menguat
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 08.21
BI Ungkap 3 Strategi Transformasi Pengelolaan Rupiah di Era Digital
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 08.14