Polemik Sisa Makanan Bergizi Gratis Mau Diapain, Jawaban Sudaryono Bikin Kaget DPR
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mekanisme penanganan sisa makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Komisi IX DPR RI. Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris menanyakan SOP logistik terkait skenario penolakan menu oleh orang tua, termasuk bagaimana penyesuaian kuota pengiriman dan nasib porsi yang tidak dikonsumsi. Ia mensimulasikan kasus sekolah dengan 40 persen penolakan dan 60 persen konsumsi, lalu bertanya bagaimana jumlah pengiriman harus disesuaikan serta apakah sisa makanan dikembalikan atau dibuang. Menjawab, Kepala BGN Sudaryono menekankan bahwa penerapan MBG di sekolah negeri bersifat wajib untuk seluruh siswa tanpa pengecualian. Ia menjelaskan bahwa kebijakan mengedepankan prinsip pemerataan untuk mencegah ketimpangan sosial di ruang kelas, sekaligus menegaskan bahwa esensi program ini melebihi sekadar preferensi rasa, melainkan menjadi bagian dari pendidikan kebersamaan. Namun, jawaban BGN dinilai belum memberikan solusi teknis konkret mengenai mitigasi limbah makanan dan efisiensi distribusi porsi.
Bagikan
Berita terkait
Pimpinan DPR Minta BGN Tangani Serius Kasus Keracunan MBG Hingga Alami Gangguan Ingatan dan Gagal Ginjal
VOI · 9 September 2026 pukul 14.32
Dapur MBG Layani Ribuan Orang, Ahli Pangan Minta Pengendalian Suhu Diperketat
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 19.45
BGN Pecat Pegawai SPPG Ledek Siswi Keracunan MBG Hilang Ingatan
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 11.13
Kepala BGN Sudaryono Sebut Sekolah Negeri Bisa Tolak MBG
JawaPos · 18 September 2026 pukul 14.45